Showing posts with label Utak - atik. Show all posts
Showing posts with label Utak - atik. Show all posts

Saturday, September 01, 2012

Pengirit BBM : Bubbler Injection

(klik/save tuk gbr lbh gedhe )
Jika sebelumnya ada artikel pengirit BBM dg HCS(hydrogen Crack System ) dan ada juga Water injection dengan masing2 kelebihan dan kekuranganya, maka saya iseng2 mengambil udara basah dari sistem HCS tsb tetapi tanpa melewati Hydrogen generator/katalis. Hal ini didasari pemikiran saya bahwa pada water injection sangat susah mengatur debit air yg masuk manifold karena harus berupa butiran2 yg amat sangat kecil dan sedikit shg berfungsi maksimal. Lhah dg begitu ,knp nggak udara basah aja yg dimasukin ???
Proyek iseng2 ini saya lakoni di tunggangan kuda beban saya ndaho win yg tiap hari mengangkut serba beratsss ( namanya juga kuda beban, ya to  ?? )
Efeknya ?? byuhhhhh... bwt bawa beban rasanya enteeeeennnggg bangettt.... ( mungkin krn torsi yg nambah ), sungguh berbeda dg HCS , yg ini serasa make water injection "tanpa ribet"... bahkan dg setelan karbu standart aja no problem !!!!... tetapi sy nggak mau setelan standart krn rpm atas bawah harus enak ( misalnya kalo bawa beban pas jalan nanjak ).
Solusinya ??? sementara ini solusi saya = karburator disetel "lean" a.k.a irit ( krn power rpm bawah sdh diisi bubbler injection ) kemudian jarum skep dinaikin satu persatu dan dicoba untuk jalan.. logikanya jika karbu dibikin lean maka rpm atas loyo... maka salah satu caranya ya menaikkan jarum skep tsb ( tanpa gonta ganti spuyer )agar rpm atasnya basah.
Alhamdulillah.. kuda beban saya sudah enak dipake walau belum enak dilihat !!!yg pentingkan jelek2 penghasil dolar yg setia.... hahaha....
Lihat botol biru gbr dibwh !! itu sy isi spiritus..



Saturday, April 02, 2011

Spuyer ketiga atau turbo jet ???

Ini sekedar me-refresh ingatan alias kenangan lama saya. Jika anda ingin menaikkan power mesin secara gampang tanpa mengutak atik karbu dan engine, ataua mungkin anda baru saja mengganti knalpot standart dg knalpot racing dan tidak ingin bongkar-bongkar karbu bwt ganti spuyer, tidak ada salahnya melirik teknologi satu ini.
 Teknologi ini sebenernya sih sudah juadul... seingat saya sudah dipake oleh roadracer kita sejak th 1990an atau malah sebelumnya. Jika menilik fungsi, spuyer ketiga ini sebenernya hanya memberi tambahan asupan bahan bakar ke karburator, cm hebadnya ialah bisa disetting mau dikasi di rpm atas, menengah atau malah bawah. Jika dikasih di rpm atas, temtu saja akan jadi semacam turbo ... ada semacam tambahan gizi pas motor high rpm. Jika dikasih bawah atau menengah ya tentu saja bisa tuh setelan pilot dan main jet disetel "lean" ... ( disini kita tdk ngomong irit lho ya ... )
Skema teknologi sederhana "Third Jet " 
Lihat gbr diatas ! Jika third jet ditaruh di posisi atas karbu, dimana saat high rpm skep mengangkat maksimal, dan ini berbanding lurus dengan sedotan piston yg makin menggila, maka third jet ini otomatis akan bekerja dikarenakan daya hisap tersebut, dan demikian seterusnya jika diletakkan pd posisi tengah maupun bawah.
Cara membuatnya gampang sekali, ambil aja selang pembuangan bensin dari karbu, jgn lupa buka sekrup mangkok buangan bensin. Kemudian pasang pd ujungnya sebuah spuyer, kalo ttg ukuran spuyer silaken dicoba-coba... mana yg cocok ama engine anda. Dan yg sangat penting ialah bikin dudukan atau kuncian spuyer di mulut karbu sekuat mungkin, jangan sampai spuyer tambahan ini ke-telen mesin...hahahahaa.....
silaken mencoba !!! 

nb: kelemahanya ialah jika pelampung karburator sedang "tidak waras " maka sulit mendeteksi ketinggian pelampung dikarenakan bensin tidak akan terbuang ke saluran pembuangan .

Monday, January 10, 2011

Trik Karburator !!! ( honda win )

Ketika saya iseng-iseng bersih-bersih karburator pada honda win MCB100 yg telah menemani saya selama 4 tahun , secara tidak sengaja selang pembuangan bensin dari karbu saya arahkan ke depan alias menantang angin .... ( entah lagi kesambet apa kok saya iseng begitu ).
Tidak dinyana, tidak diduga, dan tidak-tidak yang lainya, begitu saya pakai di kecepatan lebih dari 60 km/h , lhah kok malah lari-nya nambah enak ya tuh motor, buat speed dijalan nanjak juga oke...serasa menambah torsi.... tapi ya ngga stabil gitu sih... masih  kadang muncul enak kadang kembali normal....
Bagi saudara-saudara yg tidak percaya takhyul, monggo silahkan dicoba di rumah masing-masing...
Kok bisa begitu ??? setelah melalui semedi 24jam24menit24detik .... mungkin wangsitnya adalah begini yah :
- Disaat kendaraan melaju dg kecepatan yg cukup, sehingga angin bisa masuk dengan lancar ke selang pembuangan bensin karbu, maka angin dengan kapasitas kecil bisa pula menyusup ke dalam karburator, yang ujung-ujungnya malah bisa menambah udara bertekanan rendah ( dari dalam mangku karbu ) untuk dihisap spuyer jet.
- Otomatis, tentu saja menambah pasokan oksigen plus memperlancar masuknya bensin ke ruang manifold.
- untuk lebih jelasnya liat penampakan berikut ini :





- Nb :
Ketika sekrup pembuangan ditutup, angin tetep bisa masuk , krn apa ? coba tebak !!
Dan, semua itu belum terbukti secara empiris dan teknis ( krn saya biker ecek-ecek yg ngga begitu mudeng engine...hehehe ) jadi mohon petunjuk kpd biker-biker suhu yg mau berbagi ilmu dan nalar...

Tuesday, October 14, 2008

Si Mata Malaikat atau Hantu ????


Atau Angel Eyes, begitulah org barat nyebutnya. Bagaimana rasanya jika ada sesuatu yg menatap anda dengan tajam dan tanpa berkedip ??? Hal itulah yg ingin ditunjukkan oleh aksesoris motor ini. Apalagi dimalam nan gelap, sendirian, dan ada sebentuk mata yg melotot kpd anda ???? waww.... sensasi yg lumayan bikin merinding ya ????
Sebenernya angel eyes ini sudah lama saya liat diYouTube, saat itu dipasang di mobil BMW, dan selidik punya slikidi, ternyata ada jug yg memasangnya di motor. Arrgghhhh........... jadi mupenggggggggg............ gimana ya enaknya ???? Di beberapa millis motor juga sudah mayan banyak yg ngebahasnya kok.... silakan Mbah Google beraksi ya... !!!


Oh, iya.... ternyata cara membuatnya juga mudah..... silahkan anda lihat di video Youtube dibawah ini yeee...............






Juga dijual di http://www.xdcycle.com/store/product.php?productid=426&cat=15&bestseller&js=n

Thursday, November 08, 2007

Seting Kopling Manual

Seting Kopling Manual
Sesuai Gaya dan Kebutuhan


Ini menyangkut gaya dan kebutuhan pengendara motor laki alias motor sport atau bebek kopling manual. Cukup setingan standar. Yang penting nyaman dipakai. Sip diajak melibas kemacetan atau nafas bisa enggak putus di jalanan panjang.

Modalnya, tahu dua bagian penting yang mendukung. Adalah, celah klep dan jarak main handel kopling. Biasanya, kan mekanik hanya mengambil standar umum. Padahal, setiap orang punya gaya bawa motor berbeda.

“Termasuk perbedaan fisik. Jari-jari tangan setiap orang berbeda. Pengaruhnya jarak main handel kopling,” bilang Soehardjo AR, Manager Service Division, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) di Jakarta Timur.

KLIK - DetailPaling utama sih tengok celah klep (gbr. 1). Prinsipnya kuda besi kayak Honda Tiger, Yamaha Scorpio-Z, dan Suzuki Thunder 125. Ketiga motor ini punya standar minimal dan maksimal clearence valve.

Buat Thunder celah klep masuk 0,1 mm dan buang 0,15 mm. “Motor bisa enak buat jalanan seperti Jakarta,” beber Hasan Basri, mekanik Hasan Motor, Kelapa Dua Raya, Jakarta Barat.

“Honda Tiger ukur di antara 0,12 mm-0,15mm buat klep masuk. Klep buang 0,17 mm dan 0,20 mm,” tambah Ribut Wahyudi dari AHASS Bintang Motor, Bintang Niaga Jaya, Cibinong, Bogor.

Soehardjo kasih patokan sederhana. Kalau diset di ukuran minimal, motor pas dibawa buat kawasan macet atau padat merayap. Respon putaran mesin lebih baik saat lewat di kemacetan. Ini kebalikan kalau diset celah klep longgar. “Paling pas sih ukuran celah klep di tengah-tengah,” jelas Soehardjo yang murah senyum itu.

Berikut juga respon kopling. Ini juga menentukan putaran mesin di setiap perpindahan gigi (gbr. 2). “Ambil jarak yang terjauh 5 cm - 7 cm,” sahut Hasan.

“Ukuran di Thunder sama untuk Tiger,” ingat Ribut lagi.

source : http://www.motorplus-online.com

Saturday, July 16, 2005

nge-Modif CB100

Mbaaahhh.....kita ulas buat CB100 yaaa....
Ulasan ini juga berlaku buat GL100 pllatina....

Modif ringan/standart
-------------------------
1. Memperbesar cc :
Piston bisa diganti dengan CB125/GL125 dan untuk CB100 maksimum lebih baik punya GL Pro.....itu aja udah amat sangat tipis.....jangan lebih ya......
Yang pasti liner/boringnya juga diganti yg lebih gedhe, itu jika mau aman.
Untuk piston GLpro kudu ngiris daging blok mesin yg bawah.Berikutnya menambah stroke/langkah piston. Ini bisa dilakukan dengan memindah pin setang seher yg bawah lebih menjorok keluar dengan batas aman 4 mm.

2. Pengapian
Untuk CB100 yg masih make Accu lebih baik diganti dengan CDI Shogun. Apinya lebih gedhe....walopiun yg punya mocin juga oke buat harian.
Unutk merubah dari platina ke CDI bisa denga 2 cara, Yg pertama dengan menempelkan pulser di bekas dudukan platina. Saya tdk menngajurkan itu, sebab jarak pengapian terlalu pendek trus pengapian bisa berubah-ubah tergantung dari kelayakan Noken AS, yg bila oblak maka pengapia juga ikut berubah. Itu juga masih tergantung dari rantai keteng, laher dan bos nokenAs. Yg kedua dengan menempelkan pulser di As Kruk. Ussahakan make pulser yg original, yg baik sih punya honda Tiger, Kwak binter Joy. Yg biasa make grand aje..... Caranya potong plat besi seukuran 1x1,5 cm dengan tebal 2 mm. Las di as kruk bagian bawah, dan las juga / buat dudukan buat pulsernya. Jarak pulser dan plat tadi 1,5 mm.
Pemasangan CDI menurut kabel yg dipunya tiap CDI tsb.
Ada juga tambahan : ambil magnet + spul punya grand/supra dan tempelin di dudukan magnet yg lama ( perlu modif dikit ). Abis itu buat coakan di blok sebelah kiri dan minta buatin ke las alumunium buat dudukan pulsernya.

3. Karburator
Karbu tentu minta spuyer yg lebih besar, tapi tentunya lebih baik diganti dengan punya GLpro atau tiger, yg punya ymh RX juga oke, tapi buat dudukan sendiri.

Modif Berat
------------
Modif ini intinya sama dengan yg diatas, biasanya sih ambil satu set blok kop punya GL Max/pro .Trus piston juga bisa ngaplikasi punya Tiger, syaratnya baut dudukan kop mesin ikut diubah.
Magnet bisa ditiadakan bila aplikasi CDI DC dengan aki kering.
Yg susah rantai keteng, nyari aja bekas punya GLMax/Pro yg justru udah molor.
Bila sproket belakang standar, gigi sekunder satu ama dua bisa diganti. Atau jika tetep ya sproket blakangnya yg dikecilin. Untuk trek panjang udah cukup gear set CB100, tapi kalo buat trek pendek&patah2 mendingan gear setnya GL100.


Udah segitu dulu mas.....capek nulisnyah.......ntar disambung lagi ( kalo pas inget )

Friday, April 29, 2005

Kanibal parts CB200



Hi.....kebetulan aja gw punya temen kongkow yg ahli honda CB200 twin. Nah, berikut adalah parts kanibal yg bisa dipake :
1. Shockbeker depan, as nya sama punya GL Pro hanya saja perlu dipotong dan di buat drat baru buat tutupnya.
2. Piston bisa make GL Pro lama , hanya perlu nge-ganjal pen atasnya. Bisa juga make GL 100.
3. Karburator bisa make punya Honda S-90 / astra tapi perlu juga nge-ganti spuyer-spuyer sesuaio aselinya. Pilihan lain pake GL 100 tanpa TPFC langsung plek. Bensin jadi boros, suara agak nge-bass, tenaga oke juga.
4. Coil , pake mobil honda life. Kalo sama-sama susah, pake imitasi binter merzy rangkap dua.
5. Knalpot pake CB100 K2 , selain suaranya tambah nggelegar, tenaga oke punya. Yg perlu diperhatiin desain saringan knalpotnya. Buat kanan kiri oke, hanya yg kiri perlu di las. Leher knalpot jelas ngga sama, so make yg aselinya.
6. Gir rantai belakang mending beli di peralatan industri / pabrik. Selain bahan lebih kuat, ukuran rantai sama, masih perlu di bubut lagi. Enaknya mata rantai bisa milih mau yg berapa.
7. Noken As pake CB 175, sama enaknya kok, hanya perli di las satu titik di tengahnya.
8. Kampas Kopling sama punya yamaha YS/AS 125 , hanya saja sama-sama langka.
9. Sil kopling = sil gigi YMH force one
10. Slebor belakang make punya CB 175.
11. Platina + piringnya make cb100 / GL 100 , tapi rada ngga enak sih.

bersambung..............

Kanibal Parts u/ Binter Merzy --> Kawasaki KZ/Z200

Kanibal Parts Binter Merzy
---------------------------




Punya motor lawas semisal Binter Merzy memang asyik. Selain bisa nostalgia, paling enak diajak turing bareng bro-bro klub.
Repotnya, kalau mesin lagi ngadat. Maklum, spare-part motor tahun jebot, susah didapatkan. Apalagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Kalaupun ada, harganya segunung. Muahal, jack.
Tapi usah resah dan gelisah. Bisa simak bocorannya dari Sunar Efendi, pentolan bengkel Lestari Motor yang buka di Jl. Kupang Gunung Timur, Surabaya. Akrab dipanggil Cak Nar. Yuk, kita bahas satu-satu.
1. Piston
Silinder Kawak Merzy yang sudah oversize habis, jangan keburu dibuang. Menurut Cak Nar, masih bisa diisi dengan piston standar bawaan mobil Honda Life. Harganya Rp 150 ribu plus 3 ring piston. Lebih hemat, karena di Merzy cuma butuh satu ring doang. Satu dipakai, sisanya buat stok. Tinggal sesuaikan diameter pistonnya. Caranya, ya kudu dibawa ke tukang bubut.
2. Klep
Sulit cari klep orsi Binter Merzy, kanibal aja dari Hijet 1000 atau Daihatsu Zebra. Tapi nggak langsung pas. Bibir klep kudu dibubut menyesuaikan standarnya. “Harganya nggak lebih dari Rp 50 ribu,” jelas Cak Nar.
3. Pengapian
Binter Merzy keluaran setelah 1984, pengapian sudah CDI. Bila rusak, gunakan CDI Suzuki Shogun. Jika rusak koilnya, comot koil busi GL-Max/Pro. Caranya, kabel positif disambung ke CDI. Sedang kabel negatif masuk ke ground.
4. Kampas Kopling
Kanibal sama CB250 atau ring besinya dibuatkan kampas baru di tukang kampas mobil biaya per biji Rp 20.000.
5. Kampas Rem
Sulit berburu? Tanya ke toko onderdil, apa punya kampas rem RX-Special atau RX-S? Nah, peranti ini bisa diterapkan di Binter.
6. Kabel Kopling
Jika cuma kabel bajanya sih dapat pakai punya Vespa. Tapi paling sip pakai kopling RX-S, Spesial atau keluarganya. Kabel dan selongsongnya langsung plek dipasang.
Berikut custom dari binter merzy :



Monday, May 24, 2004

Two Join Carburator

Wahai diriku,what i do now ???
Just kill the night ??? ooppss...i don't know.
but ideas come to me....
how 'if' i put two joint carburator to my KZ200 ????
in standart condition he can run 150km/h with slippy on 'kopling'
.....

http://www.motorplus-online.com/Articles/Printing/V/273/Pictures/8754/8754-W500.jpg
Keterangan : Karburator yg atu di fungsiin lewat handle/tuas lain sebagai turbo dengan salah satu supyer dimatiin/ di buntu.Atau mo milih yg ini nih !!

and here some pict about pretty "mad"MAX with site : http://www.zvmax.com/vmax.htm & http://www.vmaxoutlaw.com/main.html !!!


Saturday, May 22, 2004

Bikin Gerinda make mesin JAHIT ..!!

Kereatip juga nih org, gw kopi ya artikelnya <> plus gambarnya juga nih !!!!


Bubut Kem Pakai Mesin Jahit
============================
Bubut benjolan kem kerap bermasalah. “Dikikir manual pasti enggak rata dan benjol-benjol tidak sempurna,” tegas Chandra alias Chiank dari Bandung Motor, di Jl. Ahmad Yani, No. 292, Garut, Jawa barat. Ya, brother satu ini mikir nggak habis-habis cara ngebubut kem secara praktis dan benar.

Lama riset, Chiank dapat ide. “Kumaha kalau minta bantuan dinamo mesin jahit?” katanya merenung. E’eh, dia ngaku dapat ide saat di WC, wah... ngapaian Koh?

Yuk, langsung lihat konstruksi bikinannya. Awalnya membuat tatakan alias jig untuk dudukan noken as. Tentu, mesti statis dan lurus.

Beres begitu, ia nempatin dinamo kekuatan 110 volt sebagi sumber tenaga pemutar gerinda mini di mesin jahit. “Di toko, dinamo begini paling seharga Rp 25 ribu,” kata Chiank. Mirip cara kerja para penjahit, putaran gerinda itu dikendalikan sang tuner lewat kaki.

“Tinggal gas... zzt..zzzt... gerinda muter, menekan noken as di jig yang ikutan muter seiring tekanan gerinda,” ulasnya sambil praktik. Makin halus gerinda berputar, makin presisi pula hasilnya. Begitu juga sebaliknya.

Untuk menekankan gerinda pada pantat noken as, Chiank menghubungkan dinamo dengan alat ukur microton yang bisa diatur maju-mundur. Microton alat pengukur yang menempel di mesin bubut. Pengukurannya diputar tangan, sehingga posisi benda yang dibubut maju-mundur mendekat, atau menjauh dari pisau bubut.

“Akurasi microton cukup laik. Perhitungannya, 10 putaran gerinda menggerus pantat kem 0,5 mm. Berarti perlu 20 putaran untuk menebas 1 mm pantat kem. Jika nggak ada microton, bisa memakai mikrometer dengan cara yang sama,” ulasnya.

Menurut Chiank, alat temuannya lebih sip ketimbang gerinda manual. Dibangunnya jig yang ajeg menjamin dudukan noken as tetap stabil. Saat gerinda menekan dan berputar konstan, kubah noken as akan terbentuk sendiri. “Saat berputar, berapa mm pantat kegerus bisa diketahui dari jumlah putaran.”

Supaya makin yakin, kem yang sudah dibubut diperhalus sama mata bor korek, lantas diukur ulang dengan sigmat.

Reporter : Isfandiary Mahbub D.
Fotografer : M. David Srihanoko