Thursday, January 26, 2012

Pengirit BBM : Hydrogen Crack System stage 1

 Penjelasan =
1. Saat piston naik turun, terdapat kevakuman di leher manifold.
2. Kevakuman tersebut akan menghisap apaun yg ada di katalis/generator
3. Krn ada hisapan, maka di tanki air keluar gelembung air
4. Shg udara kosong di tabung menjadi udara yg basah
5. Udara basah tsb melalui katalisator/generator. Karena ada aliran udara basah plus panas knalpot, maka terjadi crack antar molekul
6. molekul tsblah yg masuk ke manifold dan terus ke ruang bakar shg menambah molekul BBM yg sudah ada.
7. otomatis terjadi penambahan power di mesin.
8. Pengalaman penulis , saat bensin di tanki habis, mesin tetep bisa menyala stasioner... ( tapi ya buat jalan sama aja ngga kuat )
9. Saat diisi non air , misal alkohol, bensin, pertamax dan sebagainya.. tenaga tambah jozzz gandhozz tetapi cepet abisss.

Kelemahan =
1. Kevakuman hanya terjadi di rpm rendah, sehingga di rpm tinggi tidak terjadi gelembung udara sehingga alat ini tdk bisa maksimal bekerja.
2. Membutuhkan selang tahan panas ( sulit dicari di daerah pedesaan kalo pas turing jauh dan selang pecah )
3. Pada motor ber-gigi ( bebek maupun sport ) dg setelan karbu standard , maka begitu generator panas ( krn knalpot ) maka rpm mesin akan naik sendiri, shg akan sulit untuk pindah gigi ( walaupun berkopling ). Disinilah letak masalahnya, jika karbu disetel lean/miskin mesin bisa stasioner, tetapi di rpm tinggi akan miskin bensin pula shg selain panas juga kekurangan power, jika disetel standart dan basah, ya rpm makin tinggi saat stasioner.... lhoh kan... susah ya ???

Solusi = yg Jadi Pe Er ialah bagaimana caranya saat rpmtinggi gelembung tetep keluar dan bahakan kalo bisa yg banyak ??? hehehhe.....



1 comment:

tian rahman said...

klo pengen seiring dengan rpm..
Mksud saya rpm rendah gas hcs sedikit semakin tinggi rpm semakin banyak pasokan gas hcs..
Cara nya dengan mengambil tekanan dari lubang pcv yg di crankcase..
pakai keran untuk membuang sebagian tekanan udara dalam crankcase