Saya ingin jalan- jalan, dengan naek motor tercinta. Kemana-mana yang kusuka, pergilah pergi sejauh kukira. Tarik gas sedalam hati, bergulat dg tachometer yg menggila. Berkelana hingga ujung dunia entah dimana. dan enjoy dg motor yg tersiksa karena keegoisan sang pengendara. Menikmati ciptaan Tuhan yg Maha Kuasa, menghabiskan bbm yg juga ciptaan Yg Kuasa. ...... jadi, intinya apa ???
( Foen's MotorBlog )

Saturday, May 22, 2004

Bikin Gerinda make mesin JAHIT ..!!

Kereatip juga nih org, gw kopi ya artikelnya <> plus gambarnya juga nih !!!!


Bubut Kem Pakai Mesin Jahit
============================
Bubut benjolan kem kerap bermasalah. “Dikikir manual pasti enggak rata dan benjol-benjol tidak sempurna,” tegas Chandra alias Chiank dari Bandung Motor, di Jl. Ahmad Yani, No. 292, Garut, Jawa barat. Ya, brother satu ini mikir nggak habis-habis cara ngebubut kem secara praktis dan benar.

Lama riset, Chiank dapat ide. “Kumaha kalau minta bantuan dinamo mesin jahit?” katanya merenung. E’eh, dia ngaku dapat ide saat di WC, wah... ngapaian Koh?

Yuk, langsung lihat konstruksi bikinannya. Awalnya membuat tatakan alias jig untuk dudukan noken as. Tentu, mesti statis dan lurus.

Beres begitu, ia nempatin dinamo kekuatan 110 volt sebagi sumber tenaga pemutar gerinda mini di mesin jahit. “Di toko, dinamo begini paling seharga Rp 25 ribu,” kata Chiank. Mirip cara kerja para penjahit, putaran gerinda itu dikendalikan sang tuner lewat kaki.

“Tinggal gas... zzt..zzzt... gerinda muter, menekan noken as di jig yang ikutan muter seiring tekanan gerinda,” ulasnya sambil praktik. Makin halus gerinda berputar, makin presisi pula hasilnya. Begitu juga sebaliknya.

Untuk menekankan gerinda pada pantat noken as, Chiank menghubungkan dinamo dengan alat ukur microton yang bisa diatur maju-mundur. Microton alat pengukur yang menempel di mesin bubut. Pengukurannya diputar tangan, sehingga posisi benda yang dibubut maju-mundur mendekat, atau menjauh dari pisau bubut.

“Akurasi microton cukup laik. Perhitungannya, 10 putaran gerinda menggerus pantat kem 0,5 mm. Berarti perlu 20 putaran untuk menebas 1 mm pantat kem. Jika nggak ada microton, bisa memakai mikrometer dengan cara yang sama,” ulasnya.

Menurut Chiank, alat temuannya lebih sip ketimbang gerinda manual. Dibangunnya jig yang ajeg menjamin dudukan noken as tetap stabil. Saat gerinda menekan dan berputar konstan, kubah noken as akan terbentuk sendiri. “Saat berputar, berapa mm pantat kegerus bisa diketahui dari jumlah putaran.”

Supaya makin yakin, kem yang sudah dibubut diperhalus sama mata bor korek, lantas diukur ulang dengan sigmat.

Reporter : Isfandiary Mahbub D.
Fotografer : M. David Srihanoko

3 comments:

windupms said...

gambarnya ndak muncul bro

windupms said...

gambarnya ndak muncul bro

MusicZone said...

aku juga bikin mesin pemotong "kayu, kerang dll" pake sinamo mesin jahit..
lebih simple and cap cus
tinggal gas
jadi daghhh